Oleh: Vilinsianus Balang, S.Farm., Apt

Ketidaktahuan penderita dan kurangnya dukungan dari orang sekitar membuat banyak penderita Tuberkulosis (TB) yang berakhir dengan kematian. Padahal, penyakit yang kebanyakan menyerang organ paru ini sebenarnya bisa disembuhkan, asalkan tekun dalam menjalani pengobatan.

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium Tuberculosis dan dapat menyerang berbagai organ. Di Indonesia, TB yang menyerang paru atau secara ilmiah disebut Tuberkulosis Paru (TBC) merupakan penyakit menular yang paling banyak menyebabkan kematian, dan menjadi ancaman berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Perlu digaris bawahi, TBC bisa disembuhkan asalkan diobati dengan benar dan hingga tuntas. Tentu dibutuhkan motivasi dan disiplin tinggi dari penderita TBC untuk berobat demi mencapai kesembuhan dan kembali sehat.

Pengobatan TBC dengan obat anti tuberkulosis (OAT) membutuhkan waktu yang lama dan berkelanjutan (minimal 6 bulan). Kontrol ulang kembali ke dokter juga diperlukan untuk mengetahui masih ada atau tidaknya bakteri dalam tubuh.

Tapi bagaimana jika ternyata pengobatan yang telah dijalani tidak menunjukkan kemajuan?
Kondisi ketika sudah melakukan pengobatan namun tak kunjung sembuh, bisa disebabkan oleh pengobatan yang tidak akurat atau berhenti di tengah jalan. Kemungkinan bakteri tuberkulosis akan menjadi kebal (resisten) sehingga obat yang dipakai tidak mempan dan menjadi kegagalan dalam pengobatan ini. Biasanya akan dilakukan pengobatan TBC kategori 2 yang mana akan dilakukan kembali pengobatan selama 9 bulan dengan OAT dan tambahan/penggantian obat yang lebih efektif.

Selain dengan pengobatan berkelanjutan, penderita TBC yang tak kunjung sembuh dapat menambahkan suplemen atau obat herbal untuk menunjang proses penyembuhannya. Herbal SoMan merupakan salah satu herbal yang direkomendasikan. SoMan telah lama dikenal sebagai herbal yang terbuat dari 39 bahan baku alam, terdiri dari buah, sayur, dan rempah terpilih. Diantaranya temu putih, bawang putih, jinten hitam, dan buah merah yang berkhasiat dalam membantu membunuh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Konsumsi Herbal SoMan: 7 tetes, 3 kali sehari untuk membantu memelihara daya tahan tubuh, dan 10 tetes, 3 kali sehari untuk membantu mempercepat proses pemulihan penyakit. Daya tahan tubuh yang lemah akan meningkatkan risiko untuk mengalami TBC. Oleh karena itu, rutin mengomsumsi Herbal SoMan akan menunjang kesehatan. Sayangi keluarga dengan mulai mengonsumsi Herbal SoMan!

Penyakit diabetes dapat menyebabkan komplikasi seperti impotensi, jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan syaraf, luka diabetes, hingga berujung amputasi. Hasil Uji Klinik SoMan di UGM menunjukkan, obat herbal SoMan dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan penyakit penyerta, sehingga direkomendasikan sebagai obat untuk penyakit diabetes
soman, obat herbal, obat herbal diabetes, herbal soman, hidup sehat,penyakit diabetes, obat diabetes, jamu tetes, daya tahan tubuh, menjaga kesehatan, imun, multivitamin, kesehatan

Created: Monday, 26 March 2018 15:06
Published: Monday, 26 March 2018 15:06