Шаблоны LeoTheme для Joomla.
GavickPro Joomla шаблоны

E : soman@somanindonesia.co.id      T : 021- 422 5000

Mekkah Bersuhu Terik, Jemaah Haji Berisiko Terkena Masalah Kulit

oleh : Ariana Dewi, S.Gz

Momen puncak Idul Adha tinggal menghitung hari. Sebagian warga Muslim Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk berangkat ke Tanah Suci. Ada baiknya bukan hanya mempersiapkan perlengkapan selama di sana, tetapi juga fisik dan obat-obatan agar tidak terhindar dari penyakit, salah satunya masalah kulit.

Kondisi alam dan iklim Arab Saudi mempunyai perubahan suhu dan kelembaban yang sangat berbeda dengan Indonesia. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan di mana salah satu yang sangat terpengaruh adalah kulit. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa hal mengenai perawatan kulit agar sekembali dari Tanah Suci kondisi kulit tetap cantik dan sehat.

Siklus Iklim di Arab Saudi:

1 November – Februari Musim dingin 4°C – 28°C
2 Maret – Mei Musim sedang 28°C – 32°C
3 Juni – Agustus Musim Panas 32°C – 50°C
4 September – Oktober Musim sedang 28°C – 32°C

Pada  musim  dingin  suhu  bisa  turun  sampai  4°C  dimalam  hari,  udara  kering (kelembaban 30%). Sedangkan pada siang hari matahari bersinar terang, angin kencang berdebu. Pada musim panas pada siang harinya suhu bisa mencapai 50°C di mana sinar matahari sangat menyengat dan menyilaukan mata. Dengan kondisi alam seperti ini, beberapa kelainan kulit yang sering terjadi pada jemaah Haji biasanya adalah:

•    Kulit terbakar
•    Kulit pecah-pecah
•    Kulit kering
•    Hiperpigmentasi
•    Kulit gatal

Untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal tersebut di atas, maka perlu diperhatikan:

1. Pakaian dan perlengkapan
Kondisi udara yang dingin dan kering dengan sinar matahari yang terik pada siang hari, maka dianjurkan:
•    Tutupi sebanyak mungkin permukaan kulit atau badan. Busana muslim berwarna putih memang paling cocok untuk kondisi ini karena warna putih bisa memantulkan panas. Gunanya agar penguapan dikurangi seminimal mungkin, permukaan kulit tidak terbakar sinar matahari, dan memberi kehangatan pada malam hari.
•    Gunakan kaos kaki. Kaos kaki akan sangat bermanfaat mencegah terjadinya pecah-pecah pada tumit yang akan dapat mengganggu aktifitas kita. Menggunakan sandal dengan bahan alas yang lembut juga akan lebih membantu karena telapak kaki tidak menekan dasar yang keras.
•    Gunakan sesuatu yang dapat menutupi kepala seperti topi haji, payung, sajadah atau apa saja pada saat siang hari, fungsinya melindungi kulit wajah tidak terpapar sinar matahari yang akan menyebabkan kulit menjadi gosong.
•    Gunakan masker. Selain sebagai penahan debu dan melembabkan udara, juga melindungi kulit wajah dari kekeringan dan sinar matahari.
•    Pakai kaca mata hitam pada siang hari. Gunakan yang benar-benar dapat menghambat sinar matahari/sinar ultra violet. Selain dapat menjaga agar mata tidak terganggu kesehatannya, juga menjaga kulit dahi tidak mengerut.

2.    Makanan dan minuman

•    Makanlah makanan yang bergizi seperti susu, madu, buah-buahan, sayur-sayuran.
•    Minumlah vitamin untuk menjaga stamina. Terutama vitamin C, E dan antioksidan seperti beta karoten yang mencegah warna dan struktur kulit tetap baik. Apabila biasa mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran dalam jumlah yang kurang mencukupi, maka lengkapilah asupan vitamin tersebut dari tambahan supplement.
•    Minum 5-6 liter perhari atau 1gelas tiap jam, lebih baik bila berupa jus. Selain untuk menjaga kesehatan badan secara umum juga menjaga kelembaban kulit.

3.    Lengkapi nutrisi Haji dengan konsumsi Herbal SoMan karena SoMan memiliki kandungan lengkap yang terdiri dari mineral, Omega (3,6,9,) dan juga multivitamin (A,B,C,E,K) di mana vitamin C dan E sangat dibutuhkan saat kondisi panas terik seperti di tanah suci untuk kelembaban kulit. Konsumsi Herbal SoMan dengan tetes 10 tetes 3x sehari selama Anda berada di Tanah Suci. Semoga ibadah Anda khusuk. Amin (AF).

Penyakit diabetes dapat menyebabkan komplikasi seperti impotensi, jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan syaraf, luka diabetes, hingga berujung amputasi. Hasil Uji Klinik SoMan di UGM menunjukkan, obat herbal SoMan dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan penyakit penyerta, sehingga direkomendasikan sebagai obat untuk penyakit diabetes
soman, obat herbal, obat herbal diabetes, herbal soman, hidup sehat,penyakit diabetes, obat diabetes, jamu tetes, daya tahan tubuh, menjaga kesehatan, imun, multivitamin, kesehatan

  • Rate this item
    (1 Vote)
  • Read 781 times

Leave a comment

back to top