Sebagian orang mungkin merasa jijik untuk menyantap daging tutut atau keong sawah yang terlihat berlendir.

Oleh: Sutar, S. Farm., Apt

Sebagian orang mungkin merasa jijik untuk menyantap daging tutut atau keong sawah yang terlihat berlendir. Namun ternyata hewan ini justru dapat dijadikan sumber protein pengganti daging sapi yang saat ini harganya masih tinggi. Mau coba?

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebutkan bahwa keong sawah merupakan sumber protein alternatif pengganti daging sapi dikarenakan harga sapi saat ini terus melambung tinggi. Hal tersebut diamini oleh Menteri Susi Pujiastuti. Keong sawah memang menjadi parasit sawah. Namun ternyata kandungan nutrisi di dalamnya bisa disamakan dengan protein hewani lain termasuk daging sapi. Cangkangnya saja mengandung kalsium tinggi (52%) yang dapat di sintesis menjadi hidroksiapatit yaitu senyawa yang mempercepat penyembuhan luka.

"Keong sawah nutrisinya sangat tinggi. Kandungan gizinya sangat bagus. Kandungan lemaknya juga rendah. Saya dari kecil suka sekali makan keong sawah, apalagi bisa diolah dengan berbagai macam bumbu. Bisa nambah makan sampai 5 kali kalau makan dengan keong sawah," ucap Menteri Susi Pujiastuti.

Dari sisi gizi, keong sawah memang memiliki nilai protein sebesar 12 %, kalsium 217 mg, rendah kolesterol, 81 gram air dalam 100 gram keong sawah, dan sisanya mengandung niacin serta folat, energi, protein, karbohidrat, kalsium, phosfor, dominasi vitamin A dan vitamin E. Ditambah zat gizi makronutrien yakni zat protein dalam kadar yang tinggi dan zat mikronutrien yang berupa mineral dalam bentuk kalsium.

Food and Agriculture Organization (FAO) menjelaskan bahwa kandungan asam lemak dalam tutut dapat menurunkan lemak jahat (LDL) serta TGA (Trigliserida) yang menyumbat peredaran darah. Selain itu asam amino tyrosin dalam tutut juga bisa memperbaiki mood dan mengurangi stres.

Hal tersebut disetujui oleh Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia, Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS, yang menyebutkan bahwa pendapat Menteri Pertanian tentang nilai gizi keong sawah yang tinggi ternyata benar adanya. Hanya saja, meskipun memiliki kandungan gizi yang baik, keong sawah belum bisa menggantikan daging sapi. Sebagai contoh, daging sapi jelas lebih unggul dalam jumlah protein di dalamnya. Namun, keong juga memiliki kandungan protein yang cukup baik dan lebih unggul dalam hal kandungan kalium dan asam folat.

Sumber : Menteri Pertanian Website
Gambar : beritagar.id

Penyakit diabetes dapat menyebabkan komplikasi seperti impotensi, jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan syaraf, luka diabetes, hingga berujung amputasi. Hasil Uji Klinik SoMan di UGM menunjukkan, obat herbal SoMan dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan penyakit penyerta, sehingga direkomendasikan sebagai obat untuk penyakit diabetes
soman, obat herbal, obat herbal diabetes, herbal soman, hidup sehat,penyakit diabetes, obat diabetes, jamu tetes, daya tahan tubuh, menjaga kesehatan, imun, multivitamin, kesehatan