Oleh : Imelda Y. Poluan

Apabila kadar gula yang tinggi dalam darah tidak ditangani dengan baik, maka dapat  menimbulkan komplikasi berbahaya, salah satunya adalah gangren diabetes. Apa itu gangren diabetes, apa penyebabnya, dan bagaimana mengatasinya? Simak selengkapnya.

Menurut seorang pakar bedah kaki dari Amerika Serikat, dr. Daniel Cohen, luka sekecil dan seremeh apapun pada pengidap diabetes harus segera ditangani dengan benar. Pasalnya, luka diabetes yang tidak  diatasi sangat mungkin berubah menjadi Gangren.   Gangren merupakan kondisi dimana terjadi kematian jaringan tubuh karena kekurangan aliran darah atau infeksi bakteri yang serius. Ini salah satu hal yang paling ditakuti penderita diabetes, karena sangat sulit disembuhkan. Tak hanya itu, luka juga dapat memburuk lebih cepat sehingga dapat menimbulkan infeksi, bahkan dapat terjadi komplikasi yang lebih serius, yang berujung kepada amputasi.

Pengobatan Gangren

Ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan agar gangrene tidak semakin berkembang, ini tergantung dari keparahan gangren yang dialami pasien.
• Operasi. Langkah ini dilakukan untuk mengangkat jaringan mati dan menyelamatkan jaringan yang sehat, guna mencegah terjadinya penyebaran gangren Bila memungkinkan, akan dilakukan operasi untuk memperbaiki pembuluh darah, ini bertujuan untuk memperlancar aliran darah ke area yang terserang gangrene.

• Pencangkokan kulit juga bisa dilakukan untuk memperbaiki kulit yang rusak akibat gangren. Namun pada kasus gangrene yang parah, pasien terpaksa harus menjalani amputasi.

• Antibiotik. Dokter bisa memberikan antibiotik dalam bentuk obat minum atau infus untuk menangani infeksi gangren=de5tfvnnn.

• Terapi oksigen hiperbarik. Terapi ini menggunakan ruangan seperti tabung dengan tekanan tinggi dan hanya terdapat gas oksigen. Tekanan oksigen yang kuat akan membuat darah membawa lebih banyak oksigen, sehingga memperlambat perkembangan bakteri dan membantu luka untuk cepat pulih.

Pencegahan Gangren

Agar tidak terkena gangren diabetes, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegahnya:
• Kendalikan kondisi penyebab gangrene. Seperti menjaga kesehatan kaki penderita diabetes, selalu periksa kondisi kaki  setiap hari serta kenakanlah alas kaki dan kaos kaki untuk mencegah luka gesekan.
• Selalu kontrol gula darah. Karena gula darah yang tinggi akan memperlambat proses penyembuhan dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang merugikan.
• Terapkan gaya hidup sehat dengan menghentikan kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol, kurangi obesitas.
• Cegah infeksi dengan selalu membersihkan luka terbuka dengan air dan sabun, serta jaga luka agar tetap kering hingga sembuh.
• Periksa ke dokter. Segera hubungi dokter kalau luka menjadi semakin parah dan muncul gejala infeksi seperti bengkak, bernanah, atau timbul demam. Segera ke dokter kalau saat ini ada luka borok di kulit Anda.

Gangren diabetes sangat berbahaya, inilah kenapa para penderita diabetes harus selalu memberikan perhatian lebih terhadap kemungkinan timbulnya luka kecil, yang dapat memburuk seiring dengan  tidak terkontrolnya gula darah dalam tubuh.

Jadi Anda harus waspada, jika Anda mengalami luka yang sulit sembuh tapi belum pernah terdiagnosis diabetes, segera lakukan pemeriksaan dengan berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam untuk memastikan apakah kondisi yang Anda alami ini akibat dari kadar gula yang tinggi atau bukan.

Konsumsi Herbal SoMan 5 tetes, 3 kali sehari untuk memelihara daya tahan tubuh, dan 10 tetes, 3 kali sehari untuk membantu mempercepat proses pemulihan penyakit. (MR)

 

Penyakit diabetes dapat menyebabkan komplikasi seperti impotensi, jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan syaraf, luka diabetes, hingga berujung amputasi. Hasil Uji Klinik SoMan di UGM menunjukkan, obat herbal SoMan dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan penyakit penyerta, sehingga direkomendasikan sebagai obat untuk penyakit diabetes
soman, obat herbal, obat herbal diabetes, herbal soman, hidup sehat,penyakit diabetes, obat diabetes, jamu tetes, daya tahan tubuh, menjaga kesehatan, imun, multivitamin, kesehatan

Created: Thursday, 27 December 2018 09:25
Published: Thursday, 27 December 2018 09:25