“Sorry, gw lagi diet. Lagi jauhin nasi,” ujar Susi ke beberapa temannya pada saat jamuan makan malam belum lama ini. Susi Ananta, 27 tahun, adalah satu di antara pramugari maskapai penerbagan plat merah yang menerapkan pola makan yang cukup ketat.

Oleh : Pramesti Nindyaningrum, AMG., S.Sos

Sorry, gw lagi diet. Lagi jauhin nasi,” ujar Susi ke beberapa temannya pada saat jamuan makan malam belum lama ini. Susi Ananta, 27 tahun, adalah satu di antara pramugari maskapai penerbagan plat merah yang menerapkan pola makan yang cukup ketat. Mojang asal Bandung ini genap 3 bulan tidak mengonsumsi nasi dalam program dietnya.

Kebiasaan Susi ternyata banyak diikuti oleh rekan sejawatnya. Namun, jika kita menengok lebih luas lagi, apa yang dilakukan Susi, pasti juga dilakukan oleh Anda yang berusaha menjauhi nasi untuk mencapai berat badan yang ideal.

Ironinya, bukan hanya nasi yang menjadi momok menakutkan bagi orang yang sedang menjalani program diet. Terkadang, banyak orang yang justru enggan menyantap karbohidrat selain nasi dan mengganggapnya sebagai “musuh” atau biang penyakit. Lalu, apa yang salah jika kita mengonsumsi karbohidrat?. Perlukah kita memusuhi karbohidrat?

Karbohidrat termasuk makro nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Keseimbangan asupan nutrisi ini perlu diperhatikan karena nyatanya kekurangan karbohidrat sama berisiko dengan kelebihan karbohidrat.

Karbohidrat dibagi menjadi dua, yakni karbohidrat sederhana yang terdiri dari nasi putih, mie, pasta, gula, kue. Kedua, ada karbohidrat kompleks yang berasal dari kelompok kacang-kacangan, gandum, nasi merah dan buah-buahan.

Karbohidrat sangat penting karena di dalam proses metabolisme pencernaan tubuh. Karbohidrat akan diolah menjadi gula sederhana, kemudian diserap ke dalam darah. Selanjutnya, pankreas akan mengeluarkan hormon insulin yang diperlukan untuk membantu gula dari aliran darah memasuki sel-sel di seluruh tubuh dan akhirnya menjadi sumber energi.

Manfaat utama karbohidrat untuk tubuh adalah menyediakan energi untuk beraktivitas, mulai dari bernapas hingga berjalan. Selain itu, karbohidrat juga berfungsi mencegah serangan penyakit, terutama karbohidrat dari serat.

Bahaya Diet Karbohidrat
Saat ini sedang ada trend baru mengenai diet karbohidrat. Mereka berpikir dengan melakukan diet karbohidrat serta menambahkan protein maka tubuh akan membakar lemak dengan cepat. Jika hal ini dilakukan secara kontinu dan terus menerus membuat protein akan diubah ke dalam bentuk glukosa sebagai sumber energi. Protein itu sendiri diambil melalui oto yang dampaknya tubuh akan kekurangan massa ototnya. Itulah yang sering kali menjadikan bahaya diet karbohidrat.

Saat tubuh mengalami kekurangan karbohidrat, maka dapat menyebabkan ketosis, yaitu suatu kondisi ketika tubuh memanfaatkan lemak sebagai sumber energi. Beberapa gejala ketosis yang terasa meliputi sakit kepala, lemas, dehidrasi, mual, pusing, dan kerap merasa tidak nyaman.

Resiko kelebihan karbohidrat
Sebaliknya jika kita berlebihan mengkonsumsi karbohidrat pun tidak baik bagi kesehatan. Jika mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat dari tepung, gula, dan makanan olahan maka dapat meningkatkan berat badan dan berbagai macam penyakit seperti karies gigi, diabetes mellitus, penyakit jantung dan stroke.

Kekurangan karbohidrat berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, sebagaimana kelebihan karbohidrat. Untuk itu penting menjaga asupan karbohidrat yang cukup sesuai kebutuhan tubuh masing-masing. Konsultasikan jumlah asupan karbohidrat yang tepat kepada ahli gizi agar memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang.

Untuk menyeimbangkan asupan nutrisi bagi mereka yang sedang menjalani program diet, Sozo Formula Manggata 1 (SoMan) bisa menjadi pelengkap program diet yang sehat. Saat perubahan pola makan berubah, otomatis tubuh akan beradaptasi. Apalagi jika kekurangan nutrisi-nutrisi penting, maka tubuh juga akan memberi sinyal hingga Anda akhirnya jatuh sakit.

(AF)

Penyakit diabetes dapat menyebabkan komplikasi seperti impotensi, jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan syaraf, luka diabetes, hingga berujung amputasi. Hasil Uji Klinik SoMan di UGM menunjukkan, obat herbal SoMan dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan penyakit penyerta, sehingga direkomendasikan sebagai obat untuk penyakit diabetes
soman, obat herbal, obat herbal diabetes, hidup sehat,penyakit diabetes, obat diabetes, jamu tetes, daya tahan tubuh, menjaga kesehatan, imun, multivitamin, kesehatan