Thursday, 09 November 2017 00:00

Misteri Diabetes dibalik Napas Berbau Pembersih Kutek

Rate this item
(1 Vote)

Oleh: Sutar, S.Farm.,Apt.

Sejak tiga hari yang lalu, Anto mengalami penurunan berat badan yang cukup drastis disertai napas yang lebih cepat, volume urin meningkat, mual, dan muntah. Anehnya, pria berusia 24 tahun ini juga mengeluarkan aroma napas seperti pembersih kutek. Karena khawatir, Anto pun memeriksa kondisinya ke rumah sakit. Dan hasilnya, ia terdiagnosis mengidap ketoasidosis diabetik.

Di beberapa bagian tubuh tertentu, kita bisa mendapati aroma yang cenderung wangi, asam, hingga berbau tak sedap. Tubuh kita memang dapat menghasilkan aroma yang khas. Namun, perlu diwaspadai karena bisa saja hal tersebut menandakan bahwa Anda sedang terjangkit suatu penyakit.

Bau Nafas Segar Layaknya Pembersih Kutek
Pakar kesehatan Robert Gabbay, M.D., Ph.D., kepala medis di Joslin Diabetes Center di Boston mengatakan jika napas berbau seperti pembersih kutek, kemungkinan menjadi tanda adanya komplikasi diabetes yang disebut diabetic ketoacidosis.

Ketoasidosis diabetik merupakan komplikasi dari diabetes yang disebabkan rendahnya kadar insulin, sehingga tubuh tidak mampu mengolah gula darah (glukosa) menjadi energi. Sebagai gantinya, tubuh mulai memecah asam lemak sebagai bahan bakar. Pembakaran lemak menjadi energi inilah yang akan menghasilkan senyawa kimia asam dengan jumlah cukup banyak bernama keton, yang berbahaya bagi tubuh.

Salah satu jenis asam keton adalah asam aseton (komponen yang sama ditemukan dalam cat kuku). Asam aseton inilah yang bisa memunculkan bau pembersih kutek kuku pada napas Anda, tambah Dr. Gabbay.

Sebenarnya, keton bisa diproduksi ketika Anda berpuasa atau melakukan diet karbohidrat, namun tak lantas bisa disamakan dengan kasus pada pasien diabetes.

Jika kadar keton dalam tubuh terlalu tinggi atau dalam tingkat bahaya akan menimbulkan berbagai gejala, seperti:
•    Aroma nafas seperti pembersih kutek
•    Sering buang air kecil
•    Sakit perut, mual, serta muntah
•    Nafas tersengal-sengal

Anda yang mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan tes keton di Rumah Sakit. Biasanya dokter akan menurunkan keton secara intravena (IV) bila kadar gula darah Anda berada di atas 240 mg/dL. Jika tidak diobati, ketoasidosis diabetik dapat berujung serius, bahkan kematian.

Jika Anda Diabetesi, beberapa hal dibawah ini dapat Anda lakukan untuk mengatasi kondisi bau mulut:
•    Menggosok gigi setidaknya 2 kali sehari atau menggunakan benang gigi untuk menghilangkan plak dan bakteri yang ada di sela-sela gigi.
•    Membersihkan lidah karena lidah merupakan tempat perkembangbiakan bakteri
•    Minum air putih dan jaga mulut dalam kondisi lembab
•    Konsumsi permen bebas gula untuk meningkatkan stimulasi air liur
•    Jika menggunakan gigi tiruan, lepas pada malam hari
•    Hindari merokok

Pasien Diabetes dapat mengonsumsi Herbal SoMan yang telah direkomendasikan sebagai obat herbal pendamping pengobatan diabetes, karena telah teruji klinik dan dinyatakan efektif membantu menurunkan kadar gula darah puasa.

Herbal SoMan telah lama dikenal sebagai herbal yang diperoleh dari proses ekstraksi 39 bahan alam, terdiri dari 18 macam buah, 14 sayur-sayuran, dan 7 aneka rempah terpilih. Salah satu bahan bakunya adalah jintan hitam atau habbatussauda yang sejak lama dikenal dan dipercaya untuk membantu pemulihan luka diabetes. Bahan baku lainnya, seperti kemangi dan apel juga memiliki khasiat sebagai antibakteri pada daerah mulut serta metabolit sekunder. Jadi sangat baik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut termasuk karies dan gingiva.

Penyakit diabetes dapat menyebabkan komplikasi seperti impotensi, jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan syaraf, luka diabetes, hingga berujung amputasi. Hasil Uji Klinik SoMan di UGM menunjukkan, obat herbal SoMan dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan penyakit penyerta, sehingga direkomendasikan sebagai obat untuk penyakit diabetes
soman, obat herbal, obat herbal diabetes, herbal soman, hidup sehat,penyakit diabetes, obat diabetes, jamu tetes, daya tahan tubuh, menjaga kesehatan, imun, multivitamin, kesehatan

Read 586 times