Monday, 08 January 2018 00:00

Waspada! Inilah 5 Penyakit Yang Kerap Menyerang Kaum Millenial

Rate this item
(1 Vote)

Oleh : Sutar S.Far, Apt

Generasi millennial menjadi generasi yang saat ini banyak diperbincangkan. Bagaimana tidak, millennial dianggap spesial karena generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, apalagi dalam hal yang berkaitan dengan teknologi.

Lahir di kisaran tahun 1980 - 2000an, generasi millennial hidup di era kemajuan ilmu teknologi. Mahir dalam teknologi memang membuat seakan-akan dunia berada dalam genggaman mereka. Namun kemampuan tersebut, justru membuat banyak kaum Millennial bergaya hidup tidak sehat, seperti malas bergerak dan gemar sekali makanan-makanan instant.

Apakah Mitra Sehat termasuk generasi millenial? Jika iya, berhati-hatilah karena ada beberapa penyakit yang mengintai Anda.
1. Penyakit Mental
Dilansir dari The Huffington Post, generasi millennial cenderung lebih mudah mengalami masalah terhadap kesehatan jiwanya dibandingkan generasi sebelumnya. Penyebab utama kondisi tersebut karena pengaruh gaya hidup milenial yang berkembang pesat sejalan dengan perkembangan teknologi, sosial media, dan lingkungan sekitarnya. Tidak heran banyak kasus bunuh diri para dewasa muda yang diakibatkan oleh depresi.

2. Obesitas
Obesitas menjadi masalah kesehatan yang paling rentan dialami oleh anak-anak milenial. Salah satu penyebab obesitas adalah pola makan yang salah dan kurangnya berolahraga. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini akan memicu berbagai penyakit kronis yang mematikan, seperti diabetes melitus, stroke, dan yang paling menakutkan adalah serangan jantung.

3. Penyakit Menular Seksual
Teknologi yang seharusnya sangat berguna bagi pendidikan dapat menjadi media utama untuk mempertontonkan dan mengumbar bagian-bagian tubuh, sehingga mengundang orang untuk melakukan pelecehan seksual atau melakukan hubungan seks terlarang. Hal tersebut memicu risiko tinggi tertular penyakit  penyakit menular seksual (PMS).

4. Gaya Hidup Kurang Gerak (Sedentary Lifestyle)
Seiring dengan kemajuan teknologi, orang dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang membuatnya tidak banyak melakukan aktivitas fisik atau tidak banyak melakukan gerakan. Tuntutan pekerjaan, kesenangan, kebiasaan, atau tersedianya fasilitas yang memudahkan menjadi alasan mereka yang memiliki gaya hidup ini. Jika dibiarkan dapat berisiko rentan terkena penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kegemukan, dan lain -lain.

5. Diabetes Tipe 2
Meningkatnya kasus obesitas turut menyebabkan tingginya angka penderita diabetes tipe 2 pada anak dan remaja. Padahal, sebelumnya diabetes dikenal lebih banyak menjangkiti orang-orang berusia di atas 50 tahun.

Gaya hidup tidak sehat memicu terjadinya peningkatan diabetes tipe 2. Misalnya mengonsumsi makanan yang manis-manis. Apalagi saat ini kita dimudahkan dengan aplikasi pemesanan makanan via telepon genggam.

Penyakit diabetes dapat menyebabkan komplikasi seperti impotensi, jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan syaraf, luka diabetes, hingga berujung amputasi. Hasil Uji Klinik SoMan di UGM menunjukkan, obat herbal SoMan dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan penyakit penyerta, sehingga direkomendasikan sebagai obat untuk penyakit diabetes
soman, obat herbal, obat herbal diabetes, herbal soman, hidup sehat,penyakit diabetes, obat diabetes, jamu tetes, daya tahan tubuh, menjaga kesehatan, imun, multivitamin, kesehatan

Read 444 times