Monday, 12 February 2018 00:00

Waspadai Gizi Buruk Pada Anak!

Rate this item
(1 Vote)

Oleh: Vilinsianus Balang, S.Farm., Apt

Gizi buruk masih menjadi masalah kesehatan yang menimpa banyak anak di Indonesia. Padahal, anak yang terkena gizi buruk akan terhambat pertumbuhan otak dan kognitif, sehingga mempengaruhi tumbuh kembangnya.

Kelompok balita memiliki risiko paling besar mengalami kekurangan gizi. Hal tersebut dikarenakan pada usia itu anak tumbuh dan berkembang dengan cepat sehingga membutuhkan zat gizi lebih banyak, sementara nafsu makan berkurang. Pantaslah jika mereka paling mudah menderita kelainan gizi.

Tak hanya karena kekuarangan asupan makanan bergizi seimbang, gizi buruk pada anak juga bisa disebabkan oleh penyakit-penyakit-penyakit tertentu yang menyebabkan terganggunya penyerapan zat gizi penting yang diperlukan oleh tubuh. Apalagi daya tahan tubuh balita masih rentan sehingga mudah terkena infeksi penyakit.

Namun begitu saat ini jumlah kasus gizi buruk terus menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Seperti di Depok pada Tahun 2017 status balita stunting (anak pendek karena kurang gizi) menurun menjadi 5,97 persen dari tahun 2016 sebesar 6,53 persen.

Berikut penyebab paling umum dari kekurangan gizi pada anak-anak:
1. Kurangnya Asupan Makanan
Anak wajib mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, seperti kalsium, vitamin, protein, serat, karbohidrat, mineral, dan zat besi agar bisa tumbuh dan berkembang dengan normal.

2. Sosial Ekonomi Yang Rendah
Rendahnya ekonomi keluarga akan berdampak dengan rendahnya daya beli pada keluarga tersebut. Balita dengan gizi buruk pada umumnya hidup dengan makanan yang kurang bergizi.

3. Penyakit Penyerta
Balita yang berada dalam status gizi buruk umumnya sangat rentan terhadap penyakit.

4. Pengetahuan Ibu
Pengetahuan yang dimiliki ibu berpengaruh terhadap pola konsumsi makanan keluarga.

5. Berat Badan Lahir Rendah
Berat badan dibawah normal biasanya dialami oleh bayi yang lahir prematur.

6. Kelengkapan Imunisasi
Imunisasi dapat meningkatkan kekebalan tubuh balita terhadap suatu penyakit. Jika tidak diimunisasi akan berdampak tidak langsung pada gizi seorang balita.

Mengomsumsi Herbal SoMan rutin semenjak dalam kandungan akan mencukupi nutrisi yang dibutuhkan oleh anak dalam keberlangsungan tumbuh kembangnya. Herbal SoMan terbuat dari 39 jenis bahan alam,  antara lain 18 macam buah, 14 jenis sayuran, dan 7 aneka rempah pilihan, dimana kandungan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak sangat mencukupi.

Herbal SoMan kaya akan kandungan vitamin, mineral, EPA dan DHA, omega 3 dan 6, serta asam amino esensial dan nonesensial. Kandugan-kandungan tersebut dibutuhkan untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh dalam melawan penyakit.

Penyakit diabetes dapat menyebabkan komplikasi seperti impotensi, jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan syaraf, luka diabetes, hingga berujung amputasi. Hasil Uji Klinik SoMan di UGM menunjukkan, obat herbal SoMan dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan penyakit penyerta, sehingga direkomendasikan sebagai obat untuk penyakit diabetes
soman, obat herbal, obat herbal diabetes, herbal soman, hidup sehat,penyakit diabetes, obat diabetes, jamu tetes, daya tahan tubuh, menjaga kesehatan, imun, multivitamin, kesehatan

Read 203 times