Sunday, 26 February 2017 00:00

Waspada, Penderita Diabetes Terus Meningkat

Rate this item
(0 votes)

Medan | rakyatmedan.com
Diabetes mellitus kini menjadi ancaman serius bagi umat manusia di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, jumlah penderita diabetes dunia naik menjadi 422 juta jiwa.

Di Indonesia, mengacu Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI 2013 menyebutkan sekitar 9,1 juta penduduk Indonesia menderita diabetes mellitus (DM). Angka pesakitan DM di Tanah Air diprediksi WHO akan tembus 21,8 juta jiwa pada tahun 2030.

Staf Divisi Endoktrin Metabolik Rumah Sakit Adam Malik Medan, dr Santi Syafril SpPD KEMD, FINASIM memaparkan, satu dari sebelas orang di dunia menurut Laporan Internasional Diabetes Federation (IDF) 2015 mengidap DM, sedangkan pada tahun 2040 mendatang kondisinya berubah menjadi satu dari sepuluh orang di dunia akan terkena DM.

Laporan IDF 2015 itu juga mencatat posisi Indonesia berada diurutan ketujuh sebagai negara dengan jumlah DM terbesar didunia (usia 20-79). Pada tahun 2040 nanti, imbuh Santi, peringkat Indonesia akan merangkak ke posisi enam setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brasil dan Meksiko.

“Di Indonesia, 90 persen pasien kencing manis terdiagnosa DM tipe 2. Ironinya, 77 persen di antaranya tidak menyadari bahwa mereka mengidap DM. Ketidaktahuan inilah yang berisiko menyebabkan komplikasi,” paparnya dalam Seminar Kesehatan yang berjudul “Peranan Complementary And Alternative Medicine Dalam Manajemen Pengobatan Diabetes Mellitus Tipe 2” yang diselenggerakan bersama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut di Hotel Adi Mulia Medan, Sabtu (25/2).

Sementara, Direktur Utama PT Harvest Gorontali Indonesia, W Yamin Lahay SSI Apt menguraikan, ongkos ekonomi akibat diabetes di Indonesia yang harus ditanggung pemerintah mulai dari 2006-2015 mencapai Rp800 triliun.

Data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencatat, pasien DM menguasai 30 persen dari seluruh klaim atau mencapai Rp20 triliun pada tahun 2016.

“Dengan berbagai penyakit ikutan tersebut, diabetes bisa dikatakan adalah penyakit berbiaya mahal,” ujar Yamin Lahay.

Kadar gula darah yang tidak terkontrol pada pasien DM akan menyebabkan berbagai komplikasi, baik bersifat akut maupun yang kronik. Pengidap DM berisiko tinggi terserang jantung dan stroke, gangguan ginjal, impotensi, gangguan penglihatan, kerusakan saraf, memicu kaki diabetik yang berujung pada amputasi.

DM disebabkan karena adanya penurunan hormon insulin yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Penurunan hormon insulin mengakibatkan gula yang dikonsumsi tubuh tidak dapat diproses secara sempurna, sehingga kadar gula dalam darah meningkat.

“DM tipe 2 ini diakibatkan karena obesitas, gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat,” ujarnya.

Guru Besar Farmakalogi Klinik Fakultas Universitas Sumatera Utara (USU) Prof dr H Aznan Lelo Ph.D SpFK berpendapat, obat herbal banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, namun kurang diterima dikalangan dokter. Hal itu disebabkan kareana adanya keterbatasn dalam penulisan resep untuk sediaan jadi, sementara obat herbal tersedia dalam berbagai bentuk dan memerlukan pengolahan atau peracikan tersendiri sebelum digunakan.

Sementara itu, Tim Ketua Peneliti SoMan dari Fakultas Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Prof Dr Zullies Ikawati Apt, obat tradisional adalah bahan atau ramuan yang berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan dan dapat diterapkan sesuai dengan norman yang berlaku di masyarakat.

“Penggunaan jamu tetes SoMan dengan dosis 10 tetes 3 kali sehari selama 3 bulan yang dikombinasikan dengan metformin menunjukan penurunan FPG yang signifikan dibandingkan dengan kombinasi plasebo dan metrorfin,” papar Zullies Ikawati. (rm-02)

SUMBER : http://rakyatmedan.com/berita/12344/waspada-penderita-diabetes-terus-meningkat

Read 654 times Last modified on Monday, 30 October 2017 16:37